Home » News » Media Coverage


Media Coverage [ Web View ]

FEMINA, 13 November 2010

Isi rumah yang ramah

Berkunjung ke Jepara beberapa waktu lalu, femina membeli sebuah meja rias. Desainnya memang klasik, dengan cermin oval di tengah, kaki dan tepian meja melengkung elegan. Istimewanya, meja rias ini memiliki ecolabel. Kata produsennya, material kayunya berasal dari pohon jati dari hutan yang dikelola secara berkelanjutan. Bukan hasil dari penebangan liar di hutan lindung, melainkan dipanen dari pekarangan masyarakat. Tetapi, saat membeli furniture, apakah kita harus tahu sejauh itu?

Download full article


KORAN TEMPO, 17 October 2010

Perabotan hijau

Hutan adalah habitat awal tumpukan kayu-kayu itu. Begitu memasuki Kota Jepara, Jawa Tengah, kayu-kayu gelondongan itu berubah wujud. Para perajin ukiran yang mahir kemudian menyulapnya menjadi aneka produk, dari perabot rumah tangga hingga hiasan berbagai motif. Semuanya kualitas ekspor. Orangorang gedongan di Prancis, Inggris, Australia, Hong Kong, Amerika, Filipina, dan Spanyol adalah sebagian penggemarnya.

Download full article


TABLOID RUMAH, 15-28 October 2010

Program pendampingan perajin kecil

Dalam rangka pelaksanaan program pendampingan kepada perajin kecil di Jepara pada 28 September lalu, Center for International Forestry Research (CIFOR) melaksanakan pelatihan manajemen persiapan Pameran Perdagangan

Download full article


NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA, January 2010

Keasrian Kota Ukir Jepara

Menengok kota yang tengah berusaha mengembalikan kedigdayaan warisan budayanya

Keberadaan APKJ mungkin dalam waktu dekat belum dapat membantu perajin keluar untuk membuka pasar atau yang lainnya. Namun, APKJ dapat membantu perajin memperbaiki diri, menuju perajin yang profesional.

Untuk itu, Center for International Forestry Research (CIFOR) akan mendampingi perajin kecil hingga lima tahun mendatang. Pemimpin proyek CIFOR Herry Purnomo mengatakan, APKJ diharapkan dapat membantu perajin meningkatkan kualitas, membuka jaringan pemasaran, sertifikasi produk, hingga ekspor secara mandiri.

Download full article (courtesy from National Geographic Indonesia)


KOMPAS Online, 11 June 2009

Mengupayakan kebangkitan untuk perajin

Keberadaan APKJ mungkin dalam waktu dekat belum dapat membantu perajin keluar untuk membuka pasar atau yang lainnya. Namun, APKJ dapat membantu perajin memperbaiki diri, menuju perajin yang profesional.

Untuk itu, Center for International Forestry Research (CIFOR) akan mendampingi perajin kecil hingga lima tahun mendatang. Pemimpin proyek CIFOR Herry Purnomo mengatakan, APKJ diharapkan dapat membantu perajin meningkatkan kualitas, membuka jaringan pemasaran, sertifikasi produk, hingga ekspor secara mandiri.


KOMPAS, Selasa 9 June 2009, page 22

Industri mebel perajin kecil sulit memperoleh sertifikasi ekolabel

Jepara, KOMPAS - Perajin mebel skala kecil masih sulit memperoleh sertifikasi ekolabel karena biayanya mahal. Padahal sertifikasi semakin dibutuhkan, seiring permintaan pasar akan produk mebel yang ramah lingkungan dan melalui proses yang benar. Konsultan Sertifikasi dan Marketing Center For International Forestry Research(CIFOR) Dwi R Muhtaman, di Jepara, Jawa Tengah, Senin (8/6), mengungkapkan baru 40 industri mebel yang telah mendapat sertifikasi ekolabel di Indonesia. Mahalnya biaya sertifikasi menyebabkan hanya sebagian pelaku industri mebel yang sudah menyertifikasikan produknya. Kondisi itu menjadi lebih sulit bagi perajin kecil.

Ada dua jenis sertifikasi yang dibutuhkan dalam industri mebel, yaitu sertifikasi hutan dan sertifikasi industri. Biaya untuk sertifikasi hutan 35.000-40.000 dollar AS per 100.000 hektar. Adapun biaya sertifikasi industri 6.000-7.000 dollar AS per unit industri.“Di Indonesia, baru sedikit hutan yang sudah disertifikasi misalnya di daerah Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Perhutani juga mulai menyertifikasikan hutannya, namun belum selesai. Kini baru sampai sertifikasi legalitas,”ujar Dwi.

Nilai jual kayu yang berasal dari hutan bersertifikat ekolabel bisa meningkat hingga 7 persen. Kayu dari perhutani bahkan dijual lebih tinggi 20 persen. Karena itu, produk mebel yang bersertifikat ekolabel akan sangat meningkatkan nilai jual produk. Namun Margono, perajin kecil dari Desa Kedungcino, Kecamatan Jepara, mengatakan, perajin kecil masih jauh dari sertifikasi ekolabel. Kayu yang digunakan para perajin biasanya kayu rakyat atau kayu-kayu ketengan yang dibeli perbatang.

Padahal pembeli dari beberapa Negara mulai menyeleksi mebel yang masuk ke negara mereka. Bahkan Amerika Serikat dan Eropa mulai tahun 2011 tidak akan menerima produk mebel tanpa sertifikasi ekolabel.
Pemimpin proyek dari CIFOR Herry Purnomo juga mengakui perajin kecil sulit menyertifikasi produknya.Adanya Asosiasi perajin kecil jepara diharapkan para perajin kecil dapat berkumpul dalam satu wadah.Dengan demikian,sertifikas i dapat dilakukan secara berkelompok. Seiring meredupnya pamor mebel jepara,daya tawar perajin kecil pun semakin melemah. Mereka membutuhkan wadah yang mampu menguatkan posisi terutama dalam meningkatkan kualitas dan membuka pasar.


Bisnis Indonesia - 9 June 2009

Perajin kecil Jepara deklarasikan APKJ

Sejumlah perajin kecil dari tujuh kecamatan di Jepara, pusat industri mebel berbasis kayu di Jawa Tengah, mendeklarasikan pembentukan Asosiasi Perajin Kecil Jepara (APKJ). Pemda Jepara juga memberikan dukungan terhadap APKJ dengan menyumbangkan ruangan kantor di gedung Jepara Trade and Tourism Center. "APKJ memegang peranan penting dalam menampung aspirasi ribuan perajin kecil di Jepara. Pada masa yang akan datang, mereka dapat memiliki kekuatan untuk membentuk kualitas dan harga yang terstandardisasi bagi bahan baku dan produk mebel," kata Hendro Martojo, Bupati Jepara yang menandatangani surat perjanjian bersama Center for International Forestry Research (CIFOR) pada 2008. CIFOR adalah lembaga penelitian kehutanan internasional yang berbasis di Bogor, memulai program 5 tahun di Jepara yang bertema Penelitian kaji-tindak mebel mahoni dan jati untuk meningkatkan efisiensi rantai nilai dan meningkatkan penghidupan, pada pertengahan tahun lalu.