Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya mengatakan kerjasama antara semua pihak dari mulai penegak hukum hingga pemerintah daerah merupakan salah satu kunci penting mencegah terjadinya kebakaran hutan
Media Coverage
2014
Tingkat Emisi Rujukan Berpeluang Tarik Investor
Antara organisasi lain Badan Pengelola Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (BP REDD+) bekerja sama dengan Center for International Forestry Research (CIFOR) untuk merumuskan angka untuk dokumen Tingkat Emisi Rujukan untuk Deforestasi dan Degradasi Hutan (FREL). Menurut Kepala BP REDD+ Heru Prasetyo, FREL dapat menarik investor swasta menanamkan modalnya di Indonesia jika rancangan tersebut berhasil lolos dalam pengkajian oleh Kerangka Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).
Indonesia finalizes forest reference emission levels
The Forest Reference Emission Levels (FREL), which were, amongst others, formulated by the Center for International Forestry Research (CIFOR) is introduced to all stakeholders by the Managing Body for Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (BP REDD+). This is the final step before it is passed as a state document. Among the ministries and government institutions involved in formulating the FREL are alsovthe BP REDD+, the Environment and Forestry Ministry, the Agriculture Ministry, the National Space and Aviation Agency (LAPAN), the Geospatial Information Board (BIG), the Bogor-based Institute of Agriculture (IPB), the United Nations Office for REDD+ Coordination in Indonesia (UNORCID), and the Nature Conservation (TNC).
Petani Belajar Mengenali Perubahan Iklim
Dari sekolah lapangan, petani belajar dampak perubahan iklim, seperti kenaikan temperatur, pola hujan berubah-ubah yang menyebabkan pertumbuhan hama, penyakit, dan jamur sehingga tanaman rusak dan gagal panen. ”Sekolah lapangan menumbuhkan kesadaran bagaimana menyikapi perubahan iklim dengan melakukan rencana aksi.” kata John Pontius, pimpinan tim rencana aksi perubahan iklim, yang diprakarsai USAID IFACS (Indonesian Forest and Climate Support) dan Yayasan FIELD di Jakarta.
Palm Oil Firms Need to Clean Up Their Act
Greenpeace calls for an innovation to break the link between palm oil and deforestation and social conflict, as palm oil growers, traders and consumers meet for the Roundtable on Sustainable Palm Oil in Kuala Lumpur. One leading initiative is the Palm Oil Innovation Group (POIG), which is a collective of more progressive palm oil companies cooperating with social and environmental NGOs.
Indonesia Masih Minim Hutan
“Selama tujuh tahun Indonesia telah menanam pohon sebanyak 6,2 miliar. Namun hingga kini hutannya tidak kelihatan atau Indonesia masih minim hutan.” kata Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kepada wartawan di Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa (PPEJ) Yogyakarta.
Asosiasi Independen untuk Data Ilmiah Iklim
Badan Pengelola REDD+ mendorong kajian kehutanan dan lahan yang independen untuk mendapat data ilmiah andal, terutama dalam hal mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pemerintah Indonesia diharapkan mampu membuat kebijakan lebih tepat yang dipercaya negara lain, khususnya terkait negosiasi internasional. Itu tugas masa depan Asosiasi Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan (APIK) Indonesia, asosiasi yang terdiri atas 51 universitas, 28 lembaga penelitian, serta 5 lembaga pendidikan dan pelatihan
Hutan Mangrove Indramayu Kritis
Kondisi pesisir di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kian memburuk karena kawasan mangrove makin tergerus. Laut makin dekat dengan jalur utama perekonomian di Pulau Jawa itu. Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu juga mencatat, salah satu daerah dengan abrasi terparah adalah Eretan dan Kandanghaur. ”Tumbuhnya mangrove di Karangsong adalah contoh unik bagaimana tanah timbul akibat akresi bisa dikelola menjadi hutan bakau.” kata pegiat lingkungan Utun Sundawan.