Media Coverage


2011

Cina dan Malaysia Pesaing Mebel Jepara

Cina dan Malaysia Pesaing Mebel Jepara

Pengusaha mebel di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, patut mewaspadai produk mebel asal Cina dan Malaysia karena mampu menciptakan produk dengan harga terjangkau dan kualitas bersaing. “Jika para pengusaha mebel di Jepara tidak mewaspadai kebangkitan pengusaha mebel dari kedua negara tersebut, dikhawatirkan pangsa pasar produk mebel dari Tanah Air akan berkurang,” kata peneliti dari Center for International Forestry Research, Ramadhani Achdiawan, di Jepara Trade and Tourism Center, Rabu (13/7).


Bertabur Sentra Kerajinan

Bertabur Sentra Kerajinan

Jepara identik dengan ukiran. Bahkan bisnis kerajinan ukiran telah menjadi roh bagi kehidupan masyarakat di sana. sentra-sentra kerajinan yang tersebar di Jepara, seperti Kawasan Krasak-Gemiring, Bondo Sekuro, Kedungcino-Mulyoharjo dan masih banyak lagi.


Ukiran Jepara: Seni yang Dilanda Mati Suri

Ukiran Jepara: Seni yang Dilanda Mati Suri

Sayangnya masa-masa booming itu tidak berlangsung lama. Memasuki tahun 2000-an volume perdagangan mebel dan ukiran Jepara cenderung menurun. Jika di tahun 2005 nilainya mencapai US$ 127 juta, maka di tahun 2007 nilainya merosot menjadi US$ 118 juta. Bahkan kini bisa dibilang industri ukiran dan mebel Jepara tengah mati suri. “Untuk saat ini nyaris tidak ada pesanan berskala besar yang mampir ke workshop perajin,” kata Margono, ketua Asosiasi dalam Asosiasi Pengrajin Kecil Jepara (APKJ). Apa yang menjadi penyebab industri yang pernah berjaya itu cepat mati suri?


Membuka Wawasan Jurnalis Terhadap Isu Lingkungan

Membuka Wawasan Jurnalis Terhadap Isu Lingkungan

Sebanyak 20 jurnalis dari media cetak dan elektronik di Kalimantan Selatan, Tengah, Timur dan Barat serta Bandung, Pekan Baru, Palu dan Jakarta mengikuti pelatihan terkait lingkungan. Pelatihan yang berlangsung di Hotel Luwansa ini dilaksanakan oleh Centre for International Forestry Research (Cifor) Bogor dan berlangsung dari 14-18 Juli 2011.


Cifor Gelar Pelatihan Perubahan Iklim bagi Jurnalis

Cifor Gelar Pelatihan Perubahan Iklim bagi Jurnalis

Sejumlah 15 wartawan dari seluruh Indonesia berkumpul di Palangkaraya guna mengikuti pelatihan jurnalistik tentang hutan dan perubahan iklim, Jumat (15/7/2011). Kegiatan yang digelar Center for International Forestry Research (Cifor) ini juga membahas mengenai REDD+ (Pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan).


Membangkitkan Kejayaan Lama

Membangkitkan Kejayaan Lama

Dr. Herry Purnomo, peneliti CIFOR dan kepala proyek rantai nilai furniture Jepara atau Furniture Value Chain (FVC) mengatakan bahwa penelitian ini tidak sekedar bertujuan mencari tahu sebab mundurnya industri ukiran dan mebel Jepara tetapi sekaligus mencari cara untuk membangkitkannya lagi.


Di Jepara, Showroom Mebel Terpanjang di Dunia

Di Jepara, Showroom Mebel Terpanjang di Dunia

Koordinator CIFOR, Herry Purnomo mengatakan perkebunan bibit jati Unggul Nusantara dalam lima tahun sudah bisa dijadikan bahan baku untuk diproduksi menjadi mebel dan furniture.


Debate over forest certificatio­n speaks of change, challenges

Debate over forest certificatio­n speaks of change, challenges

Manuel Guarigata, CIFOR scientist comments on forest certification mechanisms that can improve forest management by reducing the number of trees that are cut. “An FSC certificate today does not necessarily mean that the timber has been sustainably harvested and that future harvests, and the forests from which they come, will be maintained tomorrow,” writes CIFOR’s Manuel Guariguata on the centre’s forests blog. (https://forestsnews.cifor.org/2847/the-timber-may-be-certified-but-is-it-sustainable/)



Top