Media Coverage


Científicos crean red contra el cambio climático

Científicos crean red contra el cambio climático

En América Central la temperatura se eleva y los bosques demoran en crecer. Más al sur, las selvas amazónicas aún no se calientan. Es sólo un ejemplo de que el cambio climático se manifiesta de maneras diferentes en cada región.


MIA: Un programade gestión forestal sostenible

MIA: Un programade gestión forestal sostenible

Un grupo de científicos del Centro Agronómico Tropical de Investigación y Enseñanza (CATIE) se dedicaron durante dos años a analizar los pro y los contra del cambio climático, en la ejecución del proyecto “Mitigación y Adaptación al Cambio Climático en la Gestión Forestal Sostenible en Iberoamérica” programa MIA, el cual realiza estudios científicos.


Reuters Special report – How Indonesia crippled its own climate change

Reuters Special report – How Indonesia crippled its own climate change

Andrew Wardell, CIFOR program director of forests and governance comments how growing demand for land, bureaucratic hurdles and powerful vested interests are major obstacles to conservation projects in Indonesia and elsewhere in the developing world. “We have systematically not been able to demonstrate that we can complete the loop to turn projects into dollar investments,” he said. “Which is why the palm oil industry is winning hands down every time.”



Ahli Kehutanan Akan Berkumpul Di Jakarta

Ahli Kehutanan Akan Berkumpul Di Jakarta

Dalam konferensi “Hutan Indonesia: Alternatif masa depan untuk memenuhi kebutuhan pangan, kayu, energi dan REDD+,” akan didiskusikan berbagai pandangannya, mengenai bagaimana Indonesia dapat mengelola hutan dalam masa transisi menuju pertumbuhan ekonomi rendah karbon. “Semakin banyak orang menyadari bahwa pola tata guna lahan di Indonesia sekarang ini tidak lestari. Dan, penting bagi negara ini meninjau alternatif pilihan, untuk memenuhi berbagai tujuan nasional yang saat ini saling berbenturan,” kata Frances Seymour, Direktur Jenderal CIFOR.



800 Pemangku Kepentingan akan Hadiri Konferensi Kehutanan

800 Pemangku Kepentingan akan Hadiri Konferensi Kehutanan

Frances Seymour, Direktur Jenderal CIFOR menuturkan, Indonesia membutuhkan diskusi terbuka di antara pemangku kepentingan mengenai transisi menuju ekonomi hijau. “Semakin banyak orang menyadari bahwa pola tata guna lahan di Indonesia sekarang ini tidak lestari. Sehingga penting bagi Indonesia meninjau alternatif pilihan guna memenuhi berbagai tujuan nasional yang saat ini saling berbenturan,” kata Frances Seymour, Direktur Jenderal CIFOR dalam siaran pers, Senin (15/8/2011) Center for International Forestry Research (CIFOR) menyelenggarakan konferensi bertajuk “Hutan Indonesia: Alternatif Masa Depan untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan, Kayu, Energi dan Redd+.”

Konferensi Internasional ini rencananya akan digelar di Hotel Shangri-La di Jakarta pada 27 September 2011 mendatang.

Frances Seymour, Direktur Jenderal CIFOR menuturkan, Indonesia membutuhkan diskusi terbuka di antara pemangku kepentingan mengenai transisi menuju ekonomi hijau. “Semakin banyak orang menyadari bahwa pola tata guna lahan di Indonesia sekarang ini tidak lestari. Sehingga penting bagi Indonesia meninjau alternatif pilihan guna memenuhi berbagai tujuan nasional yang saat ini saling berbenturan,” kata Frances Seymour, Direktur Jenderal CIFOR dalam siaran pers, Senin (15/8/2011).


Incluir a los pueblos indígenas y sus conocimientos tradicionales en el manejo de los bosques, claves para el éxito de REDD+

Incluir a los pueblos indígenas y sus conocimientos tradicionales en el manejo de los bosques, claves para el éxito de REDD+

“Desde el principio, los pueblos indígenas tienen que estar involucrados en el diseño e implementación de proyectos REDD+”, dijo Terry Sunderland, científico especialista en bosques y medios de vida del Centro para la Investigación Forestal Internacional (CIFOR). “Aunque el compromiso con los pueblos indígenas trae consigo dificultades, éstas tienen que ser superadas para que REDD funcione”.



Top