Isu deforestasi di Indonesia akan menjadi salah satu isu utama dalam Conference of Parties (COP) Ke-13 Protokol Kyoto, yang akan berlangsung di Bali, Desember 2007. Pasalnya laju deforestasi di Indonesia selama 2000-2005 mencapai 2% per tahun.
Kerusakan hutan Indonesia ini menjadi pemicu tingginya emisi karbon. Laporan Bank Dunia 2007 menyebutkan Indonesia sebagai negara penyumbang karbon dioksida (C02) ketiga di dunia akibat pembukaan hutan dengan cara dibakar dan pembalakan liar (illegal logging).
”Dengan situasi seperti ini, pertemuan di Bali akan sangat penting artinya dalam menghasilkan mandat yang akan memandu Protokol Kyoto untuk melajukan pengurangan emisi C02 dari deforestasi,” kata peneliti senior Pusat Riset Kehutanan Internasional (Center for International Forestry Research/CIFOR) Daniel Murdiyaso di Jakarta, Rabu (2/4).
Deforestasi, lanjut dia, merupakan persoalan terbesar yang harus diatasi Indonesia dalam penurunan emisi gas rumah kaca. Data Kementerian Lingkungan Hidup 1998 menyebutkan, dari total 800 juta ton emisi gas rumah kaca yang dihasilkan Indonesia selama 1992-1997 sekitar 75% di antaranya didominasi alih fungsi lahan. Sisanya, dengan angka yang kurang signifikan, dihasilkan oleh penggunaan energi dan aktivitas industri.