Pemerintah Indonesia menempatkan persoalan perubahan iklim akibat pemanasan global sebagai masalah fundamental. Meningkatnya perhatian pemerintah itu sejalan dengan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Climate Conference of Party ke-13. Menurut peneliti senior CIFOR yang juga mantan Deputi Menteri Lingkungan Hidup dan kepala negoisasi United Nations Framework Daniel Murdiyarso, lokakarya bertujuan menyiapkan wartawan untuk liputan COP ke-13, Desember 2007 nanti di Bali.
Media Coverage
Pembalakkan Liar di TN Sebangau Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Aktivitas pembalakkan liar di kawasan Taman Nasional (TN) Sebangau, Kalimantan Tengah selama bertahun-tahun diperkirakan telah menyebabkan kerugian negara senilai triliunan rupiah. "Kami pastikan mencapai triliunan rupiah, karena yang terdata saja sejak tahun 2001 hingga 2003 telah mencapai Rp428 miliar hanya akibat ulah para pembalak liar itu," kata Analis Keuangan Lembaga Penelitian Kehutanan Dunia (Centre for International Forestry Research/CIFOR) Dr Bambang Setiono, di Palangka Raya, Rabu. Penelitian CIFOR terhadap kawasan lindung itu memperkirakan aktifitas pembalakkan liar telah muncul dan marak sejak tahun 1996 dan baru terungkap 10 tahun kemudian saat penemuan satu juta potong kayu tak bertuan di wilayah itu. Menurut Bambang, pada kurun waktu 2001-2003 telah terjadi deforestasi hutan Sebangau seluas 19.436 hektar atau rata-rata hutan Sebangau hilang seluas 6.500 hektar per tahun. "Dengan asumsi produktitas hutan alam adalah 22 meter kubik kayu, maka jumlah kayu yang ditebang dalam periode tiga tahun itu mencapai 427.592 meter kubik atau sekitar 3,5 juta potong kayu," ungkapnya.
Different versions of this story also appeared in RRI online, Kalteng Post and Banjarmasin Post.
A logged forest in Borneo is better than none at all
We welcome your encouragement for integrating conservation with other land use in Borneo (“Timber and tapirs” Nature 446, 583–584; 2007). However, your picture of rampant logging and forest destruction in Indonesian Borneo (Kalimantan) requires modification. Many Indonesian timber companies now contribute to conservation. About 10% of Borneo is under strict protection. If no more than this forest is maintained, habitat loss and fragmentation will have a severe impact on many rare and wide-ranging species such as the Bornean clouded leopard Neofelis diardi, or the endangered Storm’s stork Ciconia stormi. Maintenance of any additional forest offers numerous potential conservation benefits.
Adaptation to climatic changes is imperative
While calling for immediate action from the government, a number of environmental groups and companies also expressed their commitment to forest conservation activities in the country.
Accor Group Indonesia, state-owned forest management company Perum Perhutani and community forest group Karya Lestari pledged Sunday to create more green space in the country.
Under the supervision of the Center for International Forestry Research (Cifor) and the Centre de Cooperation Internationale en Research Agronomie pour le Developpement (Cirad), the group aims to plant 74,120 sengon trees (Paraserienthes faicataria) and jatropha plants in Indonesia.
Accor Indonesia Sumbang 74.120 Pohon di Lahan Perhutani Pemalang
Grup Hotel Accor Indonesia menyumbang 74.120 pohon sengon dan pohon jarak yang akan ditanam di lahan 43,2 hektar Desa Glandang,.Pamalang, Jawa Tengah, milik Perum Perhutani. Ini merupakan kontribusi perusahaan internasional yang bergerak dalam manajemen jaringan hotel Accor di Indonesia. Penandatanganan nota kepahaman program manajemen kehutanann dilaksanakan Minggu (22/4) pagi di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, antara Accor Indonesia, Perum Perhutani, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di bawah koordinasi CIFOR (Centre for International Forestry Research) dan CIRAD (Centre de Cooperation Internationale en Research Agronomie pour le Developpement).
Situs Pemkab Garut Raih Penghargaan Website Favorit
Bubu Awards merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan gairah di industri TI Indonesia dan untuk meningkatkan standar dalam dunia web dan online promotion, yang dikarenakan banyaknya situs-situs Indonesia yang kurang efektif dalam penggunaannya. Bubu Award juga merupakan salah satu cara mengedukasi pemilik atau pengelola situs web dan masyarakat umum mengenai situs web yang efektif dengan melakukan penilaian terhadap grafis dan tata letak, isi, kegunaan dan teknologi. Untuk Organization/Community Award diraih oleh CIFOR (Center for International Forestry Research) dengan situs www2.cifor.org
Different versions of this story also appeared in Kompas and aired in Metro TV.
Biodiversity: Logging: the new conservation
Can a vast monoculture plantation be at the forefront of biodiversity protection? David Cyranoski
meets conservation biologists who hope to save species by making peace with the enemy. Can a vast monoculture plantation be at the forefront of biodiversity protection?
Menyelamatkan Bumi, Melindungi Hak Hutan
Sebanyak 3 miliar ton gas karbon dioksida setiap tahunnya terbang bebas ke atmosfer. Semakin sedikit hutan yang bisa memerangkap gas pembentuk rumah kaca atas bumi itu sehingga harapan digantungkan pada hutan-hutan tropis yang masih tersisa, di antaranya di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. "Masih sedikit manusia yang menghuni hutan-hutan itu," kata Kenneth Chomitz, pakar ekonomi di Departemen Riset Bank Dunia. "Ini adalah tantangan di masa depan, bisakah pemerintah dan instansi terkait tegas menjaganya?" Chomitz menyatakan itu ketika membahas laporan Bank Dunia dalam buku Dalam Sengketa? Perluasan Pertanian, Pengentasan Kemiskinan dan Lingkungan di Hutan Tropis di Kampus CIFOR, Bogor, pekan lalu. Chomitz terlibat sebagai penulis utama laporan itu.