Media Coverage


Beri Perhatian Khusus, Picu Desa Lestarikan Lingkungan

Beri Perhatian Khusus, Picu Desa Lestarikan Lingkungan

Tidak mudah untuk merealisasikan kebijakan Kabupaten Konservasi. Banyak tantangan yang harus dilewati. Tidak hanya karena keterbatasan daerah dalam mengeksploitasi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) khususnya hutan. Namun, juga harus didukung adanya kesadaran dan tekad dari seluruh komponen masyarakat dalam merealisasikannya. Untuk itu, pemkab terus berusaha mengimbau dan mengundang para pakar dan ilmuwan guna melakukan penelitian, seperti mengenai flora dan fauna dan berbagai jenis batu-batuan yang ada di Malinau. Kegiatan tersebut, sudah dilakukan sekitar tahun 1986 yang difasilitasi WWF serta Center for international forestry research (Cifor).



Kemitraan Pengusaha Kayu dan Petani Farm Forestry di Australia: Buah Pendidikan Lingkungan yang Panjang

Kemitraan Pengusaha Kayu dan Petani Farm Forestry di Australia: Buah Pendidikan Lingkungan yang Panjang

Tulisan adalah laporan dari staff Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sumbawa yang mengikuti program Kemitraan Kehutanan pemerintah Australia, diwakili oleh ACIAR dan pemerintah Indonesia Bagian Timur. Kegiatan kolaboratif ini dilaksanakan oleh Universitas Charles Stuart Australia, Departemen Kehutanan RI, WWF dan CIFOR.

      Farm forestry (lahan pertanian, kehutanan dan pertanian) di Australia telah terpetakan dengan baik dengan sistim GIS. Metoda ini memudahkan masyarakat untuk membuat posisi tanah menjadi jelas karena adanya titik koordinat. Luas kepemilikannya juga luas, antara 70-100 ha. Dalam satu hamparan farm forestry di satu keluarga, tata letaknya menunjukkan adanya perencanaan yang matang dengan diketahuinya indikator lingkungan yang diketahui oleh semua keluarga. Farm forestry di Australia juga berhasil membentuk pola kemitraan antara petani dengan pengusaha kayu.


Opini: Menuju Paradigma Baru Kehutanan Indonesia

Opini: Menuju Paradigma Baru Kehutanan Indonesia

Hasil kajian CIFOR (Center for International Forestry Research) mengatakan, pengelolaan hutan yang berbasis masyarakat membuka peluang untuk pengangkatan taraf hidup masyarakat. CIFOR melakukan penelitian tentang pengelolaan hutan berbasis masyarakat di lebih dari dua puluh negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Program penelitian yang dikenal dengan Adaptive Collaborative Management of Forests, dilakukan sejak enam tahun lalu. Dari hasil penelitian yang luas itu, CIFOR merekomendasikan perubahan paradigma pengelolaan hutan dari sentralistik menjadi berazaskan kerjasama antara pihak berkepentingan seperti pemerintah, masyarakat, pengusaha dan lembaga nonpemerintahan (stakeholder participation).


Menyusun Kembali Penelitian Hutan

Menyusun Kembali Penelitian Hutan

Indonesia selain punya hutan tropis terluas setelah Brasil juga dihuni pusat penelitian hutan internasional paling terkemuka Cifor di Bogor. Menurut Menhut MS Kaban, kepunyaan besar Indonesia itu sudah terdegradasi seluas 59,7 juta hektare. Ia berharap Cifor membantu meneliti hutan saja. “Kalau saya datang ke Cifor saya melihat hasil, brosur disana lebih banyak tentang culture, hak-hak kepemilikan,” ujar MS Kaban pada acara perkenalan Director General Cifor yang baru Frances Seymour. Ia berharap forest dan forestry yang betul-betul diriset. Acara perkenalan ini, di kantor Dephut Jakarta, Selasa (14/11), dibarengi dengan kesempatan memberikan masukan bagi arah penelitian Cifor pada masa mendatang.


Ministry to develop 500,00 small-holders’ forests in 2007

Ministry to develop 500,00 small-holders’ forests in 2007

The Forestry Ministry will develop some 500,000 hectares of small-holders` forests in 2007 as part of its efforts to realize the targeted 2-3 percent growth in the forestry sector."We will try to realize it by accelerating the expansion of plantation forests. We will encourage people to develop plantation forests," Forestry Minister MS Kaban said here on Tuesday after attending a discussion on "Making Well-Informed Choices About Forests." The discussion was organized in cooperation with the Centre for International Forestry Research (CIFOR).


Yang Giras dan Merana di Hutan yang Tak Lagi Perawan

Yang Giras dan Merana di Hutan yang Tak Lagi Perawan

Erik dan Douglas Sheil dari Pusat Riset Kehutanan Internasional (CIFOR) mengumpulkan dan menghimpun data tentang dampak penambangan kayu di hutan terhadap kehidupan beragam spesies di dalamnya untuk mengetahui apakah dampak itu sangat tinggi atau biasa saja. Keduanya mengambil model hutan berisi mozaik antara kebutuhan industri kayu, kepentingan konservasi, dan ketergantungan masyarakat lokal terhadap hutannya di Malinau, Kalimantan Timur. Kesimpulan buku Life After Logging, Reconciling Wildlife Conservation and Production Forestry in Indonesian Borneo yaitu hak pengusahaan hutan tidak selamanya negatif untuk kelestarian hutan dan isinya. Beberapa spesies, seperti burung pelatuk, rusa, banteng, dan kodok, ditemukan jumlah populasinya meningkat di hutan konsesi. Edisi bahasa Indonesia terbit bulan ini


AS Tawarkan Teknologi Atasi Kebakaran Hutan

AS Tawarkan Teknologi Atasi Kebakaran Hutan

Badan Kehutanan Amerika Serikat (United State Forest Service-USFS) menawarkan kerja sama teknologi dan pengalaman penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun kepada Pemerintah Indonesia. "Di AS kami juga punya masalah serupa, yakni kebakaran hutan yang meluas di beberapa kawasan," kata Sekjen US Department of Agriculture Forestry Service (USDAFS) Dale Bosworth usai mengunjungi Pusat Riset Kehutanan Internasional (Cifor) di Bogor, Senin (13/11).



Top