Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (Center for International Forestry Research-Cifor) meminta lembaga keuangan untuk berhati-hati membiayai investasi bidang industri bubur kertas (pulp) dan kertas. Hal itu terkait dengan kurang transparannya informasi tentang pasokan bahan baku kayu.
Media Coverage
Sinar Mas genjot produksi pulp
Sementara itu, di tempat terpisah Center for International Forestry Research (Cifor) mendesak lembaga keuangan internasional untuk tidak gegabah dalam memberikan bantuan pendanaan kepada industri pulp (bubur kertas). "Mereka kami minta untuk tidak melihat dari aspek industrinya saja, melainkan juga kelestarian suplai kayunya," kata Direktur Jendral Cifor David Kaimowitz di Jakarta, kemarin. Karena itu dia mengingatkan agar lembaga keuangan internasional melakukan analisis yang akurat sebelumnya mengucurkan dana ke industri pulp khususnya di dalam negeri. Hal itu dimaksudkan agar investor terhindar dari risiko kehilangan jutaan dolar karena salah memperkirakan biaya.
Areal HTI Riau Pulp and Paper Terus Diperluas
Greg Clough dari Center for International Forestry Research (CIFOR) di Jakarta mengatakan, berdasarkan penelitian yang sangat panjang dihasilkan laporan berjudul “Membiayai Pabrik Pulp-Sebuah Kajian terhadap Penilaian Risiko dan Prosedur Penilaian.” Cifor menemukan investor memiliki informasi yang minim tentang suplai kayu untuk sebuah pabrik pulp sebelum membuat keputusan investasi.
Industri pulp dan kertas berpotensi tingkatkan kesejahteraan masyarakat
Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) menilai industri pulp dan kertas di Indonesia mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kerjasama pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk memasok bahan baku. "Ada sinyal positif dalam konteks kerjasama industri dengan masyarakat. Namun kerjasama itu juga harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa mereka memiliki bagian keuntungan," kata Dirjen CIFOR, David Kaimowitz, di Jakarta, Rabu. CIFOR dan Dephut akan secara aktif mendorong terbentuknya kerjasama ini agar pasokan bahan baku ke industri pulp dan kertas tidak lagi tergantung pada hutan alam, katanya.
Masyarakat masih percaya takhayul
Dalam mengantisipasi perubahan iklim ekstrem yang bakal menimbulkan bencana, pemerintah belum sepenuhnya mengadopsi sistem untuk masuk dalam langkah kebijakan politiknya. Sehingga, ketika terjadi perubahan iklim ekstrem yang berdampak menimbulkan bencana. Selain masyarakat yang menjadi korban, pemerintah juga kurang bisa bertindak dengan cepat.
Proyek TROFCCA bantu pemerintah untuk adopsi isu perubahan iklim
Kebijakan pemerintah untuk menghadapi isu perubahan iklim masih sebatas wacana, oleh karenanya Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR), yang berpusat di Bogor, Jawa Barat, melalui proyek "Tropical Forest and Climate Change Adaptation" (TroFCCA) akan membantu pemerintah untuk memformulasikan isu-isu yang bisa diadopsi dalam kebijakan pembangunan nasional. "Kick-off meeting TroFCCA Asia Tenggara bertujuan untuk memperkenalkan proyek ini ke institusi pemerintah serta menentukan isu-isu terkait dengan perubahan iklim yang perlu dimasukkan dalam agenda kebijakan pemerintah," kata koordinator proyek TroFCCA, Heru Santoso di Bogor, Senin.
Pulp Friction
Chris Barr, senior policy scientist at the Indonesia-based Centre for International Forestry Research and co-author of the report, says: "Banks rarely look in much detail at where the wood will be coming from to feed these mills." The study, co-funded by the UK’s Department for International Development, warns that lack of available wood could lead to an increase in the illegal logging of natural forests. Barr cites the example of the Canada-based Sino-Forest corporation, which told investors in 2000 that it potentially had access to over 600,000 hectares (over 1 million acres) for a project in China. Closer inspection suggested the figure was closer to 40,000 hectares. It didn’t stop the company obtaining finance from the World Bank, whose forestry portfolio has grown to more than $1bn in recent years.
Raportti ennustaa selluhankkeista miljarditappioita
Sijoittajat voivat menettää jopa miljardeja dollareita metsäyhtiöiden sellutehdashankkeissa. Näin sen vuoksi, etteivät hankkeita rahoittavat pankit ole tehneet tarpeeksi huolellisia selvityksiä niiden ympäristöriskeistä ja puunhankinnan riittävyydestä. Sijoittajille voi koitua tämän vuoksi Botnian sellutehdashankkeesta Uruguayssa jopa satojen miljoonien menetykset.