“Sebenarnya masalah biodiversity tidak kalah perlu dengan isu perubahan iklim dan pemanasan global. Tapi biodiversity kalah seksi, karena kalau pemanasan global dan perubahan iklim membuat orang ketakutan, langsung berpikir jangan-jangan rumah, harta bendaku, lemariku hilang,” kata Robert Nasi, ahli ekologi hutan asal Prancis. Kerusakan lingkungan yang menyebabkan rusaknya ekosistem, antara lain, kata peneliti hutan Indonesia asal Inggris, Douglas Sheil juga akibat interaksi manusia dengan alam. “Jadi kepunahan bukan hanya karena climate change atau global warming,” ujarnya.