“Hutan makam”, menurut ilmuwan Center for International Forestry Research (CIFOR) David Gaveau, sebelumnya adalah lahan gambut yang ditumbuhi pohon-pohon yang tahan api. Peneliti CIFOR lainnya, Henry Purnomo, menyarankan bahwa setelah jangka waktu yang cukup lama, areal hutan yang telah dikonversi menjadi lahan untuk kelapa sawit harus dikembalikan ke habitat naturalnya.
Media Coverage
2015
Ternyata Ini Penyebab Lahan Dibakar buat Sawit…
Mengapa ada pihak yang seakan berlomba-lomba membakar lahan? Penelitian Herry Purnomo, Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB juga ilmuwan dari Center for International Forestry Research (CIFOR) menjawab fenomena ini. Dari penelitian Herry, terungkap kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kerugian banyak orang, ternyata menguntungkan pihak-pihak tertentu.
Worst haze for 20 years hits the Philippines
Herry Purnomo, senior scientist at the Center for International Forestry Research based in Bogor, Indonesia, says the impact of this year’s haze is even worse than in 1997 when an El Niño ignited forest fires. “The ecosystem resilience today is not as good as in 1997. Deforestation and forest degradation have reduced the adaptive capacity of the ecosystem and local communities to human-made and natural disasters,” Purnomo notes.
The week in review: The worst forest fires
Negeri Asap Bernama Indonesia
Versi BNPB, kebakaran hutan telah memasok sekitar 1,1 miliar ton karbon dioksida ke udara. Sedangkan Herry Purnomo, CIFOR mengatakan kebakaran pada 1997/1998 lebih luas dari tahun ini, yakni 9,7 juta hektare. Namun kebakaran pada tahun itu bersifat sporadis. “Dan asapnya tidak sehebat sekarang. Ekosistem kita juga lebih buruk dibanding waktu itu,” katanya.
Indonesia’s Forest Fires Take Toll on Wildlife, Big and Small
Estimates of how much the fire crisis will hurt Indonesia’s economy, as well as those of its affected neighbors, differ, but some say the regional damage could be in the tens of billions of dollars. Last month, Herry Purnomo, a scientist at the Center for International Forestry Research, a global scientific organization based in Bogor, Indonesia, estimated that the economic cost for Southeast Asia would be $14 billion. That included factors like lost agricultural production and health costs because of emissions, airport closings, the delayed transportation of goods and missed work days.
Pengamat: Negara Gagal Lindungi Warganya dari Asap
Terkait bencana asap akibat Karhutla di Pulau Sumatera dan Kalimantan, Center for International Forestry Research (CIFOR) sempat menyebutkan, kerugian dampak kebakaran lahan dan hutan sekitar Rp 200 trilyun. Angka ini meningkat dibanding tahun 1997 silam, meski jumlah lahan yang terbakar jauh lebih kecil.
Pengamat, “Bencana Kabut Asap Masuk Kejahatan oleh Negara”
Bencana kabut asap yang tak kunjung mereda bisa dianggap sebagai kejahatan oleh negara karena gagal melindungi hak asasi warga negaranya seperti diamanatkan konstitusi. Center for International Forestry Research (CIFOR) memperkirakan dampak ekonomi akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 00 trilliun, melebihi kerugian pada tahun 1997, padahal jumlah lahan yang terbakar jauh lebih sedikit.